Kesesatan LDII - Mangkul Pembodohan Umat?

September 1, 2008 – 7:52 am

Ini adalah salah satu hal yang juga membuat aku makin bingung dengan maunya aliran-aliran lain yang tidak menyukai pengajian yang ku ikuti. Banyak orang-orang disana mengatakan jika salah satu kesesatan LDII adalah ilmu Mangkul. Banyak hal-hal negative yang menurutku pribadi yang awam dengan dalil terlalu dibuat-buat hanya karena sekedar anti…

Salah tahu diantaranya mengatakan bila ilmu agama seharusnya dimiliki oleh ulama-ulama yang sudah mumpuni saja, yang tahu arti kata perkata dari Quran dan Hadist dan telah mempelajari selama bertahun-tahun. Sehingga ilmu ini memang sangat berharga dan mahal.

Disisi yang lain, adapula beranggapan bahwa ilmu mangkul yang dimiliki oleh LDII menyebabkan warga LDII hanya mau belajar dari ulama LDII saja, bahkan sebagian dari mereka mengatakan bila dengan ilmu mangkul itulah warga LDII didoktrin, dibrain wash sehingga hanya mendengar dan mengikuti apa pun yang dikatakan oleh ulamanya.

Kalo menurut aku pribadi, sorry ajah nih, udah bisa ngaji aja dan berusaha untuk menjadi orang Islam yang baik jaman ini udah berat banget! Jujur aja kalo nurutin hawa nafsuku aku males untuk ikut ngaji beberapa kali tiap malem. Karena emang maksain diri pengen terhindar dari neraka akhirnya kupaksa lah diri supaya bisa ngaji dengan acara yang diadakan oleh LDII. Ngaji di tempat sendiripun udah berat, apalagi mo nambah waktu ngaji ke orang lain? hahhaha

Malah kalo yang saya dengar, beberapa ulama kitapun mengaji ke ustadz atau ulama-ulama dari Thailand sono, jadi anggapan kita hanya mau belajar dari ulama selain LDII kayaknya aneh deh. Memang, dengan ilmu mangkul ini diharapkan aku bisa tahu maksud suatu ayat atau hadist sesuai dengan apa yang diwariskan Nabi langsung. Dengan mangkul ilmu diharapkan bersambung terus tanpa putus ke Nabi. Itu hanya salah satu methoda supaya kami yang punya waktu terbatas untuk belajar agama bisa dapet ilmu-ilmu agama tersebut dengan tetap menjaga kualitas kemurnian dari ilmu tersebut.

Makanya saya gak heran jika dipengajian saya ada tukang becak, bakso, guru, preman, bahkan sampe pejabat-pejabat. Dari sekolah dasar tidak tamat sampai professor. Semuanya bisa mengikuti dan mendapatkan ilmu agama dengan mudah dengan cara mangkul. Tidak perlu meluangkan waktu bertahun-tahun di pondok pesantren untuk mengetahui arti kata perkata dari ayat atau hadist tersebut.

Jadi menurut hemat saya, disatu sisi menjaga supaya agama ini terjaga, disisi lain supaya memudahkan ilmu ini di terima oleh semua kalangan. JAdi bukan untuk alat brain wash lah, doktrin lah, apalah… yang seolah-olah aku seperti orang goblok dan bodoh yang bisa diatur orang untuk melaksanakan maksiat.

Nah.. kalo mereka-mereka punya methoda yang lain yang beda dengan kita, who care?! Kita juga gak pernah ada kepikiran protest kok. Kenapa hal ini membuat kita jadi dicap sesat? Heran!


No comments yet.

Post a Comment


Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.